Salsa: Eksib Kelima

credit to: Salsa Bila



Setelah beberapa lama aku tidak menulis cerita, akhirnya kini aku ada kesempatan kembali menulis cerita ku, untuk kegiatan ku di sebuah desa mungkin tidak akan aku ceritakan karena menurut ku kurang seru. Saat ini aku sedang menjalani kesibukan menjelang semester baru dan bulan baru. Kegiatan ku sehari-hari di apartemen ku menjadi hiburan bagiku saat ini.  Aku melakukan beberapa kali eksib di mall, taman, dan di kolam renang. Dimulai dari eksib ku di taman, aku melakukan kegiatan diminggu pagi bersama dengan teman ku, aku menuju ke taman di pusat kota, karena tujuannya eksib disana, aku hanya menggunakan celana strit hitam dan sport bra ku, lalu aku memakai hoodie kesukaanku untuk menutupi semuanya.

 Aku mengajak teman dan ia memakai pakaian biasa saja, celana training dan kaos lengan panjang serta jilbab. Kami kesana masih cukup pagi, karena kami ingin berolahraga terlebih dahulu baru melakukan aksiku, ternyata disana sudah cukup ramai oleh orang-orang yang melakukan aktifitas diminggu pagi. Akhirnya kami jogging mengelilingi taman dan di sepanjang jalan sekitar taman. Setelah beberapa saat kami duduk dan mulai dibasahi keringat. Aku pun membuka resleting jaket ku dan terpampang lah dadaku dengan sports bra menempel serta perutku yg tidak dibalut apa apa lagi. Ramainya taman membuat ku semakin semangat untuk eksib. Aku duduk di dekat trotoar jalan sambil melebarkan pahaku sehingga orang-orang yg lewat bias melihat cetakan yang ada pada celana strit ku, jika warna lain yg kupakai pasti sangat telihat jelas apa yang dibaliknya.

Akhirnya kami melanjutkan jogging kembali namun aku tidak mengatikan kembali resleting jaket ku. Selama jogging banyak yang tertarik sepertinya dengan penampilan ku, apalagi ditambah cetakan pada sports bra ku yang telah basah oleh keringat. Banyak yg mengajak ngobrol kami selama di taman, namun hanya sebatas perkenalan diawal dan ngobrol sedikit. Mungkin jika termasuk dipembaca ceritaku semoga tidak membuat orang lain penasaran. Sebelum siang kami sudah kembali ke apartemen ku bersama dengan teman ku. Setelah teman ku pulang aku bermastrubasi membayangkan apa yang terjadi ditaman, banyak orang yg melihat ke arahku, sehingga mengingatkan ku dengan kejadian ketika kegiatan pkl sebelumnya. Membuat ku semakin menggila bermain dengan tubuhku sendiri, ku tarik dan cubit puting payudaraku sambil ku mainkan vagina ku. Aku sampai lupa waktu hingga aku sadar ada yg mengetuk pintu kamar apartemen ku. Kubuka pintu dengan hanya melilitkan handuk ke badan ku, ternyata pengelola memberitahukan ada paket untuk ku. Orang tersebut telah beberapa kali datang setiap ada paket untuk ku, mungkin dia tertarik melihat pakaian ku yg biasa ku gunakan, bisa digoda nih sepertinya, namun rencananya aku simpan untuk lain kali.

Paket yang aku terima sebelumnya adalah untuk eksib ku selanjutnya, aku memiliki baju renang dengan model terusan panjang untuk lengan dan kakinya, sehingga sekilas bagian bawah akan terlihat seperti leggings. Hari ini aku berencana untuk ke mall, sehingga aku mempersiapkan semuanya, aku membawa pakaian untuk jaga-jaga, sedangkan yang aku kenakan adalah sebuah baju renang yang aku sebutkan sebelumnya, dan sebuah jaket untuk menutupi bagian atas tubuhku, dibalik baju renang itu aku tidak menggunakan apa-apa lagi kecuali sebuah mini vibrator yang aku masukan ke vagina ku. Baju renang ini aku memilih ukuran yang lebih kecil dari ukuran badanku sehingga akan lebih menempel ketat ditubuhku. Lalu aku menuju ke mall yang cukup besar di dekat apartemen ku, disana aku mulai menyalakan vibrator yang aku pasang dan mulai melihat-lihat toko yang ada.

Selama berjalan aku merasakan sensai lain yg tidak pernah aku rasakan sebelumnya, berjalan dengan vibrator didalam tubuhku menaikan gairahku, ingin rasanya mengelus dan manstrubasi ditempat namun masih dapat ku tahan. Semakin lama aku berjalan efek nya semakin kuat, puting payudaraku mengeras dibalik baju renang yang ku gunakan, tentu saja cup bra yang ada dibaliknya sudah aku lepaskan sehingga seluruh pakaian renang ini tidak ada lapisan lain selain bahan luar yg ada. Aku mulai menurunkan resleting jaket ku perlahan, selama berjalan karena mungkin ini masih hari libur banyak sekali pengunjung di mall ini.

Aku berjalan hingga ke bagian yang cukup sepi toko dan banyak sekali mas-mas dan bapak-bapak yang mungkin sedang duduk-duduk sambil ngobrol, aku pun melewati mereka dengan menggoda, ku goyangkan tubuhku seolah mengundang mereka untuk segera menangkap dan menikmati ku. Mungkin dari banyak pengunjung yg aku perhatikan mencuri pandang ke arahku menyadari kalau dibalik jaket ini hanya ada baju renang. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti disebuah kios pijat yang berada dibagian belakang tempat ini, karena aku telah berputar beberapa kali dibagian ini untuk melihat-lihat tempat mana yang cocok untuk aku eksib lebih berani. Toko ini tertutup sehingga menurutku aman untuk pijat disini. Aku masuk dan ternyata setiap tempat memiliki pembatas sehingga lebih private.

Aku memilih pijat biasa dan ternyata aku mendapatkan pemijat bapak-bapak tidak terlalu tua mungkin sekitar 40an tahun, padahal ku kira mendapatkan pemijat wanita karena yg menerima ku seorang ibu-ibu. Aku mulai bingung karena hanya menggunakan pakaian renang, terlebih lagi vibrator yang sedari tadi didalam vagina ku masih berada disana. Namun, mungkin karena efek vibrator dan aku yg sudah sangat terangsang akhirnya aku berusaha menikmati apa yg akan terjadi selanjutnya. Akupun diminta untuk duduk disebuah kursi seperti kursi pijat elektrik yang umum ada, dan mulai lah si bapak memijat ku di telapak kaki ku. Selagi memijat kaki ku, si bapak mengajak ku ngobrol, mulai dari obrolan umum hingga keseharian ku, si bapak masih fokus memijat sepertinya karena aku memejamkan mata dan mencoba menikmatinya sambil menjawab obrolan si bapak. Mungkin karena kesulitan dengan ketatnya baju renang ku sehingga sulit untuk sibapak memijat kearah mata kaki ku.

Si bapak mulai menanyakan kenapa dari tadi hanya keliling di lorong tadi, dan ternyata si bapak memperhatikan ketika aku menggoda sekumpulan bapak-bapak dan mas mas yang ada didekat toko pijat ini. Akhirnya si bapak minta untuk melepas jaket ku karena akan dipijat bagian atas kepala dan punggung, bukannya malu aku malah menjadi semakin terangsang ingin mengetahui respon bapak ini melihat ku memakai baju renang dengan puting ku yg menonjol, karena bagian atas baju renang ku tipis dan warna nya cukup dapat mencetak jelas puting ku. Akhirnya kubuka jaket ku dan si bapak ternyata merespon “wah mbak nyambung toh, pantesan gk keliatan ujungnya ini, kirain legging”, aku pun beralasan karena ingin sekalian berenang karena habis beli baju renang tp ternyata malah pijat.







Si bapak pun menikmati sepertinya pemandangan yg ada, dia mulai mencoba memijat dari kepala ku, dan ketika mulai ke punggu dia mulai kesulitan karena bahan baju renang ku dan mungkin dadaku juga yang terlihat, dia sering memijat menjurus ke dadaku, ya memang itu yg aku inginkan dan akhirnya sibapak bilang untuk membuat saja bagian atasnya, aku mulai berfikir antara keinginan ku yg ingin menggoda si bapak dan menerima rangsangan si bapak ataupun menyudahi saja pijat ini karena malu. Akhirnya aku menuruti birahi ku yg sudah memuncak mungkin ini eksib paling ku ingat setelah masa pkl waktu itu. Si bapak kaget karena ketika aku mulai membuka resleting baju renang ku, dia tidak melihat bra dibaliknya, ia menawarkan kain untuk menutupi bagian atas tubuhku, namun aku bilang tidak perlu biar tidak terhalang, akhirnya sibapak melanjutkan pijatnya dengan tidak konsen, dalam hati ku berkata nikmati saja pak, selagi ada kesempatan.

Akhirnya aku eksib didepan bapak tersebut dan mungkin dilihat oleh pegawai diluar. Akupun mulai mengajak ngobrol si bapak untuk membuatnya rileks, dari menanyakan pendapatnya tentang payudaraku dan lainnya. Si bapak pun akhirnya mulai memainkan dada ku karena dari obrolan aku menantang si bapak untuk membuat ku orgasme sampai waktu yg kupesan habis. Tentu aka ada bagian ke bapak tersebut, hal tersebut membuat gairahku semakin memuncak. Akhirnya si bapak memainkan payudaraku dengan berbagai macam cara, dari memilin puting ku, meremas dan menarik payudaraku, akhirnya sampai waktu pijat ku habis aku masih diambang orgasme, karena si bapak sudah terlanjur akhirnya ku tambah 30 menit untuk menuntaskan semuanya, ku mainkan vagina ku dan ku pasang vibrator dalam keadaan maksimal, membuat ku menggila tidak bisa menahan rangsangan birahi yg diberikan.

Akhirnya aku orgasme hebat dikursi itu dan dilihat oleh si bapak. Aku mulai merapihkan baju renang ku dan mengelap seluruh cairan orgasme ku yang ada di baju renang tersebut. Si bapak aku berikan uang dan nomor telfon ku untuk nantinya aku ingin “dipijat” lagi, dan mungkin melakukan hal lain dengan si bapak dan teman-temannya. –Bersambung-

Cewek Eksibisionis

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

5 komentar:

  1. Wah yg ke empat mana nih

    BalasHapus
  2. Yang ke empat mana nih...?

    BalasHapus
  3. Updatenya jangan lama lama admin, thnks

    BalasHapus