Masturbasi di Bus

source: http://semprot.com/threads/masturbasi-di-bus.1203464/



Aku gadis berusia 21 tahun dengan postur tubuh yang sexy, tanpa timbunan lemak dan sangat rajin merawat tubuh, tapi tidak ada sesuatu yang sempurna aku memiliki suatu kekurangan, yaitu nafsu sex yang sangat besar. Tapi aku juga gamau terlihat murahan jadi aku ga pernah ngelakuin hubungan sex dengan sembarang orang, paling sama pacar dan itu juga ga sering-sering banget.

Saat ini aku sedang jomblo secara pelampiasan ga punya tempat nih, tapi aku kan paling anti kalo harus menyalurkan libido berlebih ini ke sembarang orang jadi aku biasanya melakukan “self-service” aja. Aku memiliki satu buah dildo sepanjang 17 cm dan beberapa buah vibrator, kadang saking birahi tinggi nya ini badan, aku pergi kemana2 dengan vibrator yang masih terpasang di dalam vagina, tapi kalo lagi sepi, dan kira-kira suara vibratornya terdengar, sudah pasti itu benda ga akan aku hidupkan.

Hari ini aku bertugas nganterin nyokap ke bandara karna ada acara nikahan di kota lain. Berhubung dari rumah ke bandara itu lumayan jauh dan ga ada orang lain yang bisa di ajak buat nemenin nyupir, nyokap bilang anternya pake bis umum aja, lumayan juga soalnya 3 jam prjalanan sekali jalan, aku langsung ambil tas dan berangkat nemenin nyokap menuju tempat bus biasa mangkal. setelah pesan tiket, kami berangkat menuju bandara. Sesampainya di bandara, cipika cipiki sama nyokap, nyokap pun berangkat dan aku juga langsung menuju ke loket tempat pembelian tiket bus yang tadi aku naik.

Bus pun berangkat kembali menuju kota tempat tinggal. ngerasa haus, air mineral botol yang di kasih sama bus itu langsung aja aku minum lalu aku buka tas yang tadi aku bawa buat naro si air mineral, tapi aku kaget karna ternyata ada satu vibrator yg kemaren mau aku pake, tapi ga jadi karna salah bawa tas. Aku lihat kebelakang, ternyata bis cuma berisi penuh di 3 baris terdepan aja, dan penumpangnya rata-rata udah pada tidur, sebagian lagi sedang autis mendengarkan mp3 masing-masing.

“hm…ide gila nh…pengalaman di bis” pikirku. Saat itu aku pake rok kembang selutut, tanktop putih, dan dilapisin lagi oleh jaket jeans warna hitam dan entah bagaimana caranya, hanya karna ketemu vibrator aja nafsuku langsung membludak. Saat itu aku lihat-lihat kursi di bagian belakang siapa tahu ada yang kosong dan strategis untuk menjalankan aksi gila “perdana” ini, ternyata di belakang udah bersih ga ada lagi penumpang sama sekali. Aku pindah ke bagian kursi paling belakang.

Sesampainya di sana, langkah pertama yang aku lakukan adalah membuka bra. Damn…i must be crazy…aku buka jaket jeans, lalu dengan tanpa membuka tanktop, aku buka kaitan bra, lalu meloloskan talinya ke lengan kiri dan kanan (cewe pasti tau caranya), lalu “tring…” bra half-cup itu sudah berada di dalam tas. Jaket jeans kembali aku pake. jadi kalo ada yang lewat, ga ketahuan kalo aku bra-less. Ide berikutnya muncul makin gila, aku sedikit berdiri untuk melihat keadaan siapa tau ada yang lagi jalan ke arah belakang, tapi sembari berdiri itu, aku angkat rok ku yang selutut, karena roknya kembang, jadi dengan mudah bisa di angkat sampe pantat dan dengan sigap, cd ku pun lolos dari tempat yang seharusnya. Saat ini bra dan cd ku sudah ada di dalam tas, aku hanya menggunakan tanktop, jaket jeans, dan rok.

Kegiatan gila yang aku maksudkan diatas tadi adalah masturbasi!!! didalam bis antar kota…Damn i really am crazy…tapi demi memenuhi tuntutan birahi yang tinggi, acara tersebut tetap aku lakukan. Merasa keadaan aman, aku angkat kaki kanan dan bartumpu pada pegangan kursi, lalu aku tarik rok ku sampe akhirnya vagina ku ter-ekspose tanpa penutup, di tambah dengan pencahayaan matahari membuat setiap detil dan lekuk-lekuknya terlihat dengan sempurna. Begitu labianya aku buka, cairan langsung netes. cepet banget aku basahnya, langsung aja aku gosok2 clitny biar makin basah, tapi aku menggosok clit ku bukan dengan tangan, melainkan menggunakan vibrator yang tadi aku bawa.



Aku terus menggosok-gosokkan vibrator itu ke vaginaku keberbagai arah. Setelah aku rasa vibrator itu cukup basah, aku masukkan perlahan vibrator itu ke dalam liang senggama ku. Oh god…ga ada lagi rasa yang paling enak selain merasakan sensasi suatu benda memasuki liang vaginaku, begitu vibrator memasuki vagina, aku biarin dulu beberapa waktu biar sedikit ada penyesuaian juga, selain itu aku juga bisa bermain dengan puting susu ku. Selagi vibrator dalam vagina aku biarkan diam, aku beralih mengerjai puting susu ku kiri dan kanan, tanpa membuka jaket dan tanktop, aku keluarkan susu ku dari balik tanktop, langsung aku cubit, pilin-pilin, dan tarik2 putingnya. Gak butuh waktu lama sampe itu puting jadi mengeras dan mencuat sangat menantang, aku jamin kalo di situ ada laki-laki, aku pasti udah di sedotin abis-abisan.

Masih mengerjai bagian payudara, aku hidupkan vibrator itu pada level rendah. Badanku mulai bergerak bebas sesuai dengan reflek badan saat merasakan rangsangan yang memabukkan ini. Tubuhku udah mulai bergerak sendiri, badanku udah mulai terasa panas, langsung aja vibratornya aku nyalain ke level paling tinggi...eh sedang enak-enaknya menikmati rangsangan itu, aku liat kondekturnya berjalan ke arah belakang, langsung dengan buru2 aku masukkan lagi payudaraku kiri kanan kedalam tanktop lalu jaket aku tutupi seadanya. Kaki aku turunkan serentak dengan roknya, tapi ups, ada yang lupa. sesuatu masih bergetar di dalam liang vaginaku. Damn…ini nh ga enaknya kalo lagi sange dan udah kebelet.

Si abang kondekturnya dateng lalu bilang “neng boleh liat tiketnya…” jleb!!!! kurang ajar, ngegangguin gw ajah. “ini bang”…“oke…makasi neng, kok mojok sendiri duduknya???”, “saya mau tidur tanpa gangguan bang. maaf yak” jawaban ketus dengan muka merah jutek. Padahal itu muka merah sebenernya lagi nahan suara, vagina aku berasa bentar lagi mau muncrat. tapi si abang malah dateng minta tiket.

Begitu si abang jalan lagi kedepan dan duduk di sebelah supir, aku langsung membuka kakiku lebar-lebar dan menaikkan rok ku ke atas membuka jalan untuk si vagina di obok-obok. Aku sudah dekat sekali dengan orgasme. Begitu rok terbuka, hanya dengan menambah sedikit lagi rangsangan di clit ku maka vaginaku langsung muncrat hingga kursi di depanku terlihat basah karna semprotan kenikmatan dari vaginaku. Hahaha masa bodo ah itu kursi jadi kotor, ga akan ada yang tau juga, tubuhku bergetar ga bisa di tahan. tapi untung aja sebelumnya waktu mengangkat rok, aku gigit tepian rok di bagian bawah biar roknya ga jatuh lagi.T ernyata saat aku orgasme, rok itu menyelamatkan aku dari mengeluarkan suara melenguh karna saking nikmatnya orgasme yang aku dapet. Kalo sempet keceplosan, bisa-bisa di perkosa di bis nih gue…

Setelah aku orgasme, vibrator aku biarin di dalem vagina, lalu aku pake lagi cd. tapi aku ga pake bra lagi, males, ribet lagi kalo pake bra. Hahaha siapa tau ntar dari pool bis ke rumah bisa sekali lagi orgasme. Setelah turun dari bis, aku pesen taxi, tapi ternyata taxinya ga ada keributan, tanpa ada musik sama sekali. Gak memungkinkan untuk melakukan “aksi gila” kaya di bis tadi. Setelah sampe rumah, begitu abis bayar taxi dan taxinya jalan, langsung aku nyalain lagi vibratornya dengan level paling tinggi. Dengan agak sempoyongan aku jalan menuju pintu, buka kunci, masuk, tutup pintu lengkap dengan kunci kembali, langsung lari ke kamar. Di kamar, cukup dengan waktu beberapa detik saja aku udah bugil, dengan vibrator masih berada di dalam vagina, aku ambil dildo kesayanganku, langsung saja aku masukkan barengan dengan vibrator tadi.

Mungkin karna udah nahan birahi sewaktu di dalam taxi, setiap sodokan dildo itu terasa sangat sensitif gesekannya di dalam vaginaku. Sekali aku terlalu semangat memasukkannya sehingga vibrator itu menyentuh mulut rahimku, saat itu juga aku langsung mendapatkan orgasmeku yang cukup besar. Kali ini aku ga takut untuk bersuara, aku mengeluarkan desahan dengan volume yang cukup tinggi, vaginaku muncrat sangat kuat, sampe2 dildonya terdorong keluar, tapi vibratornya karna terlalu dalem, jadi tetap nempel di mulut rahim.

Untuk beberapa saat aku sempet ngerasa hampir pingsan karna terlalu enak. Vibrator hanyalah sebuah mesin yang gak bisa berhenti kecuali tenaganya habis atau di matikan oleh tuannya. Karena berhubung aku masih lemes, jadi itu benda kurang ajar masih menggelitik aku di mulut rahim, butuh waktu beberapa menit untuk bisa akhirnya mematikan vibrator itu dan akupun terkulai lemas di ranjang kamar. Waktu vibratornya aku tarik keluar, ternyata masih banyak juga sisa-sisa lendir kenikmatan duniawi dari vaginaku. Hehehe asin lho rasanya. Terlalu lelah kalo harus mandi dulu, jadi aku putuskan untuk tertidur di kasur dengan vagina yang masih berceceran air muncrat, vibrator yang masih tertinggal di atas perut, dan tubuh telanjang yang berantakan setelah menikmati orgasme yang lumayan bikin hilang akal.Sekian ceritaku........

Disclaimer

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

2 komentar: